Contoh Teknologi Tepat Guna di Bidang Pertanian dan Manfaatnya

2 min read

Contoh Teknologi Tepat Guna Bidang Pertanian dan Manfaatnya
5/5 (4)

Contoh Teknologi Tepat Guna di Bidang Pertanian dan Manfaatnya

Dengan perkembangan teknologi yang semakin lama semakin modern, banyak inovasi yang telah dikembangkan untuk membantu kehidupan manusia. Salah satunya merupakan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian.

BACA JUGA : Pengertian Teknologi Tepat Guna Secara Umum dan Contohnya

Pengertian Teknologi Tepat Guna Pertanian

Teknologi tepat guna pertanian adalah teknologi yang diaplikasikan untuk membantu petani/perusaahaan perkebunan secara sederhana untuk mendukung kegiatan ekonomi.

BACA JUGA : Beragam Manfaat Teknologi Tepat Guna Sederhana

Contoh Teknologi Tepat Guna Pertanian

Beberapa contoh alat yang merupakan hasil dari teknologi tepat guna sederhana adalah :

Alat Penanam Padi

alat penanam padi

Alat penanam padi ini dinamakan jarwo transplanter. Alat ini dikembangkan oleh bagian Litbang Kementerian Pertanian. Penamaan jarwo merupakan singkatan bahasa jawa “jajar legowo”. Dengan teknologi sederhana ini maka penanaman padi lebih rapi dan cepat karena cukup digerakkan maju saja.

Mesin Pemanen Padi

Mesin Pemanen Padi

Mesin ini dinamakan Indo Combine Harvester. Salah satu contoh alat teknologi tepat guna sederhana ini juga merupakan hasil dari pengembangan Litbang Kementerian Pertanian RI. Dengan alat ini hanya dibutuhkan waktu kurang dari 6 jam untuk memanen lahan padi seluas satu hektar.

Pembolong Mulsa

Pembolong Mulsa

Mulsa merupakan plastik yang digunakan petani dengan tujuan agar tidak tumbuh rumput di sekitar tumbuhan yang ditanam. Dengan begitu tanaman akan tumbuh lebih optimal.
Umumnya mulsa digunakan untuk tanaman cabai, melon, semangka.

Mulsa ini memerlukan lubang-lubang untuk menyemai tanaman dan biasanya petani menggunakan alat konvensional yang kurang praktis. Pembolong mulsa merupakan teknologi tepat guna sederhana pertanian yang dapat dilakukan oleh petani manapun.

Alat Pengisi Baglog

Alat Pengisi Baglog

Alat sederhana ini berfungsi untuk mengisi polybag dengan isian seperti tanah atau kayu halus. Dengan alat ini pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien serta takaran yang diisikan dalam polybag relatif sama. Teknologi tepat guna sederhana ini biasanya digunakan oleh petani jamur untuk mengisi bubuk kayu ke dalam plastik/polybag.

Rotovator

Rotovator sederhana

Dengan alat rotovator ini dapat membalikkan tanah dengan mudah. Selain itu rotovator ini juga mampu menyiangi rumput/tanaman sebelum proses penanaman.

Garu Piring

garu piring

Garu piringan ini akan mempermudah cara membersihkan rumput pada lahan. Dengan cara ini pekerjaan petani akan lebih mudah dan cepat.

Drone Pestisida

Drone Pestisida sederhana

Alat ini merupakan peralatan yang tergolong modern dan tidak bisa dikatakan sederhana. Drone ini dirancang untuk menyemprot pestisida dari udara sehingga pekerjaan akan menjadi lebih mudah. Teknologi ini cocok digunakan untuk pengelolaan lahan yang luas.

Biogas Digester

Biogas Digester sederhana

Alat ini dapat mengolah limbah pada peternakan menjadi lebih bermanfaat. Biogas ini dapat mengurai limbah kotoran hewan (sapi, kambing, kerbau) menjadi gas methane.

Gas ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar seperti menghidupkan kompor. Selain itu produk samping dari biogas adalah pupuk kandang yang dapat digunakan sebagai fertilizer/pupuk alami tumbuhan.

Pestisida Nabati

Pestisida Nabati sederhana

Pada umumnya petani menggunakan pestisida berbahan kimia untuk pengendalian hama. Penggunaan bahan kimia ini sangat berbahaya apalagi jika dalam penggunaan nya berlebihan.

Tidak hanya hama serangga yang akan terkena dampak buruk penggunaan pestisida nabati ini tetapi hewan-hewan kecil seperti predator hama alami. Sehingga akan menimbulkan masalah baru karena ekosistem terganggu dan tak seimbang.

Kekurangan Pestisida Kimia

Beberapa kekurangan penggunaan pestisida kimia ini adalah
1. Hama akan menjadi lebih kebal
2. Residu kimia akan masuk ke produk panen tumbuhan
3. Mencemari lingkungan
4. Dapat membunuh musuh alami hama serangga

Pestisida nabati merupakan pestisida yang dibuat dari bahan-bahan tumbuhan sehingga pestisida ini bersifat organik. Beberapa bahan yang terbukti aman dan ampuh untuk mengatasi hama pada ladang/sawah yaitu tembakau, akar tuba,mimba.

Kelebihan Pestisida Nabati

Beberapa keunggulan menggunakan pestidsida nabati ini adalah

  • Bersifat repelan karena aroma dari pestisida nabati tidak disukai hama
  • Bersifat antifidan sehingga hama tidak akan memakan tumbuhan
  • Bersifat toxic sehingga hama akan teracuni
  • Dapat merusak perkembangan telur, larva maupun pupa
  • Mengganggu sistem saraf pada hama serangga

Pengelolaan Sampah Organik

Sampah Organik

Sampah organik seperti daun, buah dan sayur yang telah terbuang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.
Pembuatan pupuk kompos ini juga terbilang mura dan mudah diterapkan.
Selain itu pupuk organik kompos ini juga aman digunakan dan tidak mencemari seperti pupuk kimia.

Mesin Penghasil Ekstrak Biji

Mesin Penghasil Ekstrak Biji

Beberapa petani khususnya petani bijia-bijian seperti kacang, almond, kedelai, walnut menjual hasilnnya secara langsung. Dengan menjual langsung hasil panen biji-bijian hanya mendapatkan harga yang murah. Oleh karena itu dirancanglah alat pemeras biji-bijian.

Dengan mesin ini petani bisa mengolah sendiri hasil panenan nya serta akan menimgkatakna pendapatan yang diperoleh petani.

Baca Juga : Contoh Teknologi Tepat Guna Lengkap

Manfaat Positif Teknologi Tepat Guna Sederhana Pertanian

Manfaat Teknologi Tepat Guna Sederhana Pertanian

Beberapa manfaat teknologi dalam bidang pertanian adalah:

  • Pekerjaan petani akan menajdi lebih cepat
  • Dapat meningkatkan produktivitas petani
  • Lebih efektif dan efisien

Demikian artikel tentang Contoh Teknologi Tepat Guna di Bidang Pertanian dan Manfaatnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan. Terima kasih

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *