Manfaat Teknologi Pangan Bagi Kehidupan Manusia

1 min read

manfaat teknologi pangan bagi kehidupan manusia
5/5 (4)

Apakah Teknologi Pangan ?

Teknologi pangan adalah teknologi yang telah dikembangkan manusia dengan menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang bahan pangan dengan tujuan mendapatkan nilai tambah dari bahan pangan serta meningkatkan kualitasnya.

Berikut penjelasan tentang pentingnya dan manfaat teknologi pangan bagi kehidupan manusia :

Preservation (Mengawetkan Bahan Pangan)

Hal ini merupakan hal yang paling menjadi tujuan utama dari manfaat teknologi pangan.
Tujuan dari pengaplikasian teknologi pangan adalah untuk menjaga ketahanan pangan dan menambah daya simpannya.

Safety (Keamanan Bahan Pangan)

Pemanfaatan teknologi pangan juga bertujuan untuk menghilangkan zat berbahaya yang dikandung dalam makanan. Zat-zat berbahaya bisa dari faktor internal makanan itu sendiri seperti senyawa yang dikandung makanan maupun faktor eksternal seperti virus, bakteri maupun patogen lain. Dengan pengaplikasian teknologi pangan akan membunuh patogen dalam makanan serta mengontrolnya.

Teknologi pemrosesan pangan bertujuan untuk menghilangkn kandungan berbahaya terutama dengan mikroba patogen. Pemrosesan bahan pangan mempunyai pengaruh yang tinggi dalam mengontrol kandungan bahaya dan mikroba yang dapat menyebabkan penyakit.

Food safety tidak hanya berfokus pada cara pemrosesan pangan saja. Akan tetapi dari cara pemanenan, cara pengolahan bahkan jika suatu produk dari tumbuhan maka food safety dimulai dari pemilihann bibit tumbuhan yang baik.

Contoh :
Pasteurisasi dalam susu sapi merupakan contoh pemanfaatan teknologi pangan yang dapat menghilangkan bakteri di susu sapi. Dengan proses itu maka akan memperpanjang daya simpan susu sapi.

BACA JUGA : Teknologi Tepat Guna Sederhana 

Quality (Kualitas Bahan Pangan)

Merupakan proses dalam teknologi pangan untuk memastikan suatu produk makanan maupun minuman terjaga dalam kualitas terbaik sampai ke tangan konsumen. Parameter kualitas makanan dan minuman ini dapat diukur dari rasa, aroma, tekstur, kandungan nutrisi dan warna. Tujuan utamanya adalah meminimalkan penurunan kualitas makanan/minuman.

Contoh:
Pembekuan dan ozonasi sayuran setelah pemanenan akan menjaga nutrisi pada syaruan pada kondisi terbaik. Bahkan karena melalui pemrosesan pun terjadi peningkatan kandungan rasanya seperti pemrosesan kacang kedelai.

Availibility (Ketersediaan Bahan Pangan)

Pemrosesan pangan akan memastikan konsumen mendapatkan akses bahan pangan yang lebih beragam. Hal ini karena pemrosesan pangan telah meningkatkan lama umur simpan bahan pangan. Sehingga konsumen dapat menikmati bahan pangan yang disukai meski didapat dari jarak yang sangat jauh.

Contoh :

Buah apel dapat dimpor oleh Indonesia dari benua Amerika dan pengiriman buah kiwi dari Australia yang perlu waktu berhari-hari tanpa mengalami penurunan kualitas.

Sustainibility (Keberlangsungan Bahan Pangan)

Dengan sistem pemrosesan pangan yang lebih modern memastikan keberlangsungan makanan lebih tinggi. Karena dibantu penggunaan alat-alat dan metode yang canggih dalam pemrosesan makanan secara lebih efisien. Dengan begitu maka hasil produk pangan yang diproduksi akan lebih besar dibanding dengan menggunakan metode pemrosesan konvensioanl.

Contoh :

Penggunaan refrigerator (kulkas) cukup efektif untuk menyimpan daging dan ikan sehingga umur simpan lebih lama.

Health and wellness (Kesehatan)

Merupakan faktor fundamental dalam pemrosesan bahan pangan. Dengan dukungan metode yang baik, teknologi canggih serta dengan kontrol kualitas akan membuat makanan lebih sehat dikonsumsi.

Demikian artikel tentang Manfaat Teknologi Pangan Bagi Kehidupan Manusia. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *