Tata Cara Sholat Jenazah, Niat, Rukun, Doa Sholat Jenazah dan Keutamaannya

tata cara dan doa sholat jenazah
tata cara dan doa sholat jenazah

SUARASOLO.COM – Tata Cara dan Doa Sholat Jenazah. Saat ada keluarga, tetangga atau kerabat kita yang meninggal dunia, adalah kewajiban bagi seorang muslim untuk menshalatkannya.

Menurut kesepakatan para ulama hukum menjalankan shalat jenazah adalah fardhu kifayah (فرض كفاية). Fardhu kifayah adalah kewajiban bagi umat Islam secara bersama-sama bukan untuk perseorangan. Kewajiban ini gugur jika telah dilaksnakan oleh orang lain. Akan tetapi menjadi dosa apabila tidak ada yang melaksanakannya.

Shalat jenazah merupakan bagian dari rangkaian dalam memperlakukan jenazah sebelum dikuburkan.

Adapun rangkaian yang perlu dilakukan sebelum shalat jenazah dilaksanakan adalah memandikannya terlebih dahulu.Hal ini dilakukan agar jenazah suci sebelum dikuburkan dan menghadap Allah SWT.

Hukum memandikan jenazah adalah fardhu kifayah. Setiap muslim berhak menshalati jenazah, tetapi hal ini lebih diprioritaskan kepada:

1. Orang yang diwasiatkan
2. Ulama atau pemuka agama
3. Orang tua dari mayat
4. Anak-anak dari jenazah
5. Keluarga terdekat jenazah

Rukun Sholat Jenazah

Dalam menjalankan sholat jenazah apabila rukun-rukunnya tidak terpenuhi maka sholatnya dianggap batal dan tidak sah. Adapun rukun shalat jenazah adalah:

  1. Niat
  2. Badan suci dari najis dan hadats, tempat dan pakaian bersih juga dari najis dan kotoran
  3. Menutup aurat
  4. Shalat dilakukan dengan berdiri (bagi yang mampu)
  5. Melakukan takbir sebanyak empat kali
  6. Saat takbir pertama mengangkat tangan
  7. Membaca surat al-fatihah
  8. Membaca shalawat kepada nabi
  9. Doa untuk jenazah
  10. Diakhiri salam

Tata Cara Shalat dan Doa Sholat Jenazah

Menurut islam, terdapat tata cara dalam menjalankan shalat jenazah sesuai sunnah yang telah diajarkan.

Shalat jenazah sangat berbeda dengan shalat pada umumnya karena tidak terdapat gerakan rukuk, i’tidal, maupun sujud.

Shalat jenazah itu hanya dilakukan hanya empat kali takbir dan dalam posisi berdiri.

Berikut kami paparkan tentang tata cara shalat jenazah dan doa sholat jenazah yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Posisi Imam Pada Shalat Jenazah

 

Tata Cara dan Doa Sholat Jenazah
Jika jenazah adalah laki-laki maka posisi imam sejajar dengan kepala jenazah.

Tata Cara dan Doa Sholat Jenazah

Jika jenazah adalah wanita maka posisi imam sejajar dengan tali pusar jenazah.Posisi makmum berada di belakang imam dan disunnahkan untuk berdiri 3 shaf atau lebih dibelakang imam.

مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ صُفُوفٍ فَقَدْ أَوْجَبَ

“Barangsiapa yang mensholatkan jenazah dengan tiga shaf, maka sesungguhnya dia di ampuni” [HR At Tirmidzi]

Tata Cara Shalat Jenazah Menurut Sunnah

Pertama, niat.
Seperti shalat biasa lainnya, niat shalat jenazah cukup di ucapkan dalam hati.
Tidak ada riwayat yang mengharuskan untuk melafalkan niat.
Apabila niat shalat jenazah dilafalkan secara lisan akan berbunyi :

Apabila jenazah adalah laki-laki:

أُصَلِّي عَلَى هَذَا الـمَيِّتِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya :
Usholli ‘ala hadzal mayyiti fardholi ma’amuman lillahi ta’ala

Apabila jenazah adalah perempuan:

أُصَلِّي عَلَى هَذَا الـمَيِّتَةِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya :
Usholli ‘ala hadzal mayyitati fardholi ma’amuman lillahi ta’ala

– Kedua, Takbiratul Ihram (takbir pertama) dan dilanjutkan membaca surat al-Fatihah.

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَ لْـحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ اَلرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  –مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ  إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

 اِهْدِنَا الصِّرٰطَ الْمُسْتَقِيْمَ  –صِرٰطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآ لِّيْنَ

Bacaan latinnya:

A‘uzu billahi minassyaiṭānir rajīm. Bismillahirraḥmānir raḥiim. Alḥamdulillahi Rabbil ‘alamīn. Ar-raḥmanir raḥīm. Maliki yaumid din. Iyyaka na‘budu wa iyyaka nasta‘in. Ihdinaṣ ṣiraṭal mustaqim.

– Ketiga, Takbiratul Ihram (takbir kedua) dan diteruskan dengan membaca shalawat Nabi:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Bacaan latinnya :
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad

– Keempat, Takbiratul Ihram (Takbir ketiga) dan dilanjutkan membaca doa untuk jenazah yang sedang dishalati. Doa untuk jenazah disesuaikan dengan jenazah, apakah laki-laki atau perempuan.

Untuk jenazah laki-laki:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ،

وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ

النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Bacaan Latinnya :

Allahummagfirlahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu’anhu wakrim nuzulahu wa wasi’madkholahu wagsilhu bilma’i wasalju wal barad wa naqqihi minadzunubi walkhotoyaya kama yunaqqi atssaubulabyadhu binaddanasi wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wa ahlan khoyron min ahlihi, wa zaujan khoyron min zaujihi waqihi fitnatalqobri wa ‘adzabinnar.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia (jenazah). Selamatkan dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan terhadapnya, lapangkanlah tempat kuburnya.

Mandikanlah dia (mayit) dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran.

Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, juga isteri yang lebih baik dari isterinya. Dan peliharalah (lindungilah) ia dari azab kubur dan neraka.”

Untuk jenazah perempuan:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهاَ وَارْحَمْهاَ وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهاَ وَاجْعَلِ اْلجَنَّةَ مَثْوَاهاَ. اللّهُمَّ ابْدِلْهاَ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهاَ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهاَ. اَللَّهُمَّ أَكْرِمْ نُزولَهاَ ووسِّعْ مَدْخَلَهاَ

Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Selamatkan dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan terhadapnya, luaskanlah tempat kuburnya.

Mandikanlah dia (mayit) dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran.

Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, juga isteri yang lebih baik dari isterinya. Dan peliharalah (lindungilah) ia dari azab kubur dan neraka.

– Kelima, takbiratul ihram (takbir keempat) lalu membaca:

Setelah takbir keempat dapat membaca doa setelah shalat jenazah

Untuk jenazah laki-laki:

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ
Bacaan latin

Allahumma tahrimna Ajrohu walataftinna ba’dahu

Artinya

“Ya Allah, janganlah jadikan pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.”

Untuk jenazah perempuan:

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ

Allahumma la  tarimna ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlana walahu

Apabila jenazah adalah wanita, lafazh ‘HU/HI’ diganti dengan ‘HAA’.

“Ya Allah janganlah kami tidak Kau beri pahalanya, dan janganlah Kau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah pengampunan kepada kami dan kepadanya.”

– Keenam, mengucapkan salam secara sempurna

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Untuk lebih jelasnya, berikut video lengkap tentang tata cara dan doa sholat jenazah.

Keutaman Menjalankan Sholat Jenazah

Sholat jenazah memiliki (fadhillah) keutamaan besar. Pahala menjalankan shalat jenazah adalah satu qirath. Perumpamaan satu qirath adalah sebesar gunung uhud.

Jika seseorang muslim mengiringi jenazah, menshalatkan jenazah serta mengantarkan hingga pemakamannya, maka pahalanya adalah dua qirath.

Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ
. قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

Artinya :
“Barangsiapa yang menshalatkan jenazah tetapi tidak mengiringinya, maka baginya adalah pahala sebesar satu qirath. Apabila seseorang mengiringi jenazah sampai pemakamannya, dia akan mendapatkan dua qirath. Ada yang bertanya “Apakah dua qirath itu?” Beliau menjawab, “Bagian terkecil di antara semisal Gunung Uhud.” (HR. Muslim).

Anda telah membaca tata cara dan doa sholat jenazah. Semoga bermanfaat bagi kita. Salam