Tata Cara Memandikan Jenazah dan Mengkafani Sesuai Sunnah

v

SUARASOLO.COM – Tata Cara Memandikan Jenazah dan Mengkafani Sesuai Sunnah. Dalam islam terdapat beberapa kewajiban yang wajib dilakukan oleh orang yang masih hidup kepada orang yang telah meninggal (jenazah).

Adapun kewajiban itu diantaranya adalah memandikan jenazah, mengkafani jenazah, mensholati dan mengubur jenazah.

Menurut kesepakatan para ulama memandikan jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah.
Hal ini berarti wajib bagi seorang muslim untuk menjalankannya tetapi kewajiban ini gugur jika telah ada orang lain yang memandikannya.

Memandikan jenazah merupakan proses pertama dalam memuiakan jenazah. Hal ini dilakukan agar jenazah suci saat menghadap Allah SwT. Dalam hal memandikan jenazah pun terdapat beberapa tata cara yang harus dilakukan sesuai ajaran agama islam.

Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam memandikan jenazah terutama yang menyangkut kewajiban dan sunnah-sunnahnya. Sehingga bukan sembarang orang yang dapat melakukannya karena hanya sedikit yang memahami tentang cara memandikan jenazah sesuai sunnah.

Proses memandikan jenazah tidaklah sama dengan mandi biasa pada umumnya.
Karena banyak hal yang harus dipenuhi mulai bagian mana yang harus dibasuh, jumlah pembasuhan, dan tata cara membasuhnya.

Berikut ini akan kami paparkan tata cara memandikan jenazah yang sesuai dengan syariat agama islam. Terdapat hadist yang melandasi tata cara memandikan jenazah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Adapun yang lebih diutamakan untuk memandikan jenazah adalah
Apabila jenazah adalah laki-laki :
1. Orang yang diwasiatkan oleh jenazah
2. Bapak dari jenazah
3. Kakek dari jenazah
4. Keluarga terdekat jenazah
5. Muhrim dari jenazah
6. Istri jenazah

Apabila jenazah adalah perempuan :
1. Ibu dari jenazah
2. Nenek
3. Keluarga terdekat pihak wanita
4. Suami jenazah

Sedangkan untuk mayat anak laki-laki dan perempuan boleh dimandikan oleh laki-laki maupun wanita.

Jika di dalam suatu kondisi apabila terdapat jenazah laki-laki yang meninggal di tempat yang semuanya hidup adalah perempuan, atau sebaliknya apabila terdapat mayat wanita meninggal di tempat yang hanya ada laki-laki saja maka dibolehkan untuk mentayamumkan saja dengan lapis tangan.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah:

“Jika seseorang meninggal ditempat (yang hanya ada) laki-laki dan tidak ada perempuan lain di tempat itu atau jika seorang laki-laki meninggal di tempat perempuan dan tidak ada laki-laki selainnya (jenazah), maka kedua mayat itu di tayamumkan, dan dikuburkan karena kedudukannya seperti tidak mendapat air.” (HR Abu Daud dan al-Baihaqi)
Cara mentayamumkan jenazah adalah dengan menepukkan kedua telapak tangan ke tanah, kemudian mengusapkan ke bagian wajah dan pada punggung jenazah.

Adapun syarat bagi orang yang memandikan jenazah adalah:
1. Muslim yang berakal dan sudah baligh
2. Niat memandikan jenazah
3. Terpercaya dan mengetahui hukum dan tata cara memandikan jenazah sesuai ajaran yang telah dituntunkan.

Adapun syarat mayat yang wajib dimandikan menurut islam
1. muslim dan bukan bahagian dari seorang/kumpulan kafir.
2. Bukan bayi yang keguguran dan bukan bayi yang lahir dalam keadaan sudah meninggal
3. Ada bagian tubuh yang dapat dimandikam
4. Bukan jenazah yang mati syahid.

Tata Cara memandikan jenazah :

  1. Meletakkan jenazah di tempat yang telah disediakan (ruang tertutup)
  2. Memakai sarung tangan untuk yang memandikan
  3. Air bersih, air kapur barus dan sabun
  4.  Mayat terlebih dahulu diistinjakkan
  5. Membersihakn gigi, lubang hidung, lubang telinga, ketiak, jari dan selah-selahnya, rambut dan kakinya.
  6. Mengeluarkan kotoran dalam perutdengan menekan secara perlahan pada perut jenazah.
  7. Siram dan basuh seluruh tubuh jenazah dengan air sabun.
  8. Terakhir siram dan basuh sampai bersih sambil berniat.

Jumlah bilangan dalam membasuh jenazah tergantung pada kotoran yang masih melekat pada tubuhnya.
Apabila dilakukan lebih banyak dari yang dianjurkan maka lebi baik (afdhal)
Lafaz niat untuk memandikan jenazah laki-laki :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla ada’an ‘an haadzal mayyiti Lillahi ta’alaa
Artinya :
Saya berniat memandikan untuk memenuhi kewajiban mayit(laki-laki) ini semata-mata karena Allah Ta’ala

Lafaz niat untuk memandikan jenazah perempuan :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA ADA’AN ‘AN HADZIHIL MAYYITATI LILLAAHI TA’ALA
Artinya :
Saya berniat memandikan untuk memenuhi kewajiban mayit (perempuan) ini semata-mata karena Allah Ta’ala

9. Siram dan basuh dari kepala hingga ujung kaki tiga kali dengan air bersih.
10. Dalam meniram utamakan dari sebelah kanan dahulu tiga kali dan kiri tiga kali.
11. Memiringkan jenazah ke kiri dan basuh bagian lambung di sebelah kiri
12. Siram kembali dari kepala sampai ujung kaki
13. Siram dengan air kapur barus
14. Setelah itu mewudhukan jenazah
Niat untuk mewudukan jenazah laki-laki

Niat untuk mewudukan jenazah perempuan

Cara mewudukan jenazah lelaki seperti runtutan wudhu biasa.
Wudhu dilakukan dengan cara mencucurkan air ke atas jenazah mulai dari muka hingga pada kakinya.
Setelah itu tidak lupa untuk melap semua bagian tubuh jenazah.

Demikian ulasan singkat mengenai tata cara mengenai memandikan jenazah sesuai syariat yang telah diajarkan.
Perlu juga diperhatikan untuk melakukan tata cara sesuai urutan. Apabila hal ini sudah dilakukan, maka gugurlah kewajiban orang yang masih hidup kepada orang yang telah mati (jenazah).

Nilai Kualitas Konten